" Gemmppaaa....7,9 SR...........Gempaaaa........gempa...."Teriakkan itu menjadi awal getaran yang terasa hingga di kota Jakarta. Pusat Gempa Tektonik ini berasal di daerah Bengkulu pada jam 18.00 wib. Saat itu sebagian karyawan di daerah Jakarta sudah pada pulang ke rumah, karena malam itu adalah malam pertama Tarawehan. DKI Jakarta yang penuh dengan gedung-gedung tinggi tentu saja merasakan effek dari Gempa tektonik tersebut. Menurut teman-teman sekantor ku yang pada malam kejadian tersebut masih berada di dalam gedung, bahwa pada saat gempa itu menyapu kota Jakarta, "terasa benar getarannya hingga mengarah ke kiri dan kanan. Kemudian barang-barang yang berada di atas bergerak... pintu dan kaca bergetar.... langsung aja kami keluar dan menuju pintu darurat. Bayangkan dari lantai 25 hingga lantai dasar melalui tangga darurat karena takut melalui Lift" tutur teman ku.
Dan Malam harinya, bapak, emak dan keluarga yang laen juga pd khawatir. Berkali-kali mereka menelpon ku, untuk memastikan keselamatan ku di Jakarta.
Pagi yang menghebohkan!!
Seperti biasa, kedatangan ku di BII Tower lebih kurang jam 7.15 wib Pagi. Namun aku bingung karena banyak karyawan yang berada di lantai dasar. Biasanya pagi-pagi begini, terasa sepi karena mereka pada masuk ke kantor mereka masing-masing. Melalui Internet di kantor, akhirnya ku tahun jawabannya. Saat jam 07.00 wib, terjadi lagi gempa tektonik. Kali ini berlokasi di Jambi dengan 5,5 SR. Gempa tersebut membuat beberapa karyawan di daerah Jakarta yang berkantor di gedung-gedung tinggi pada bertahan di lantai bawah dan nggak berani untuk masuk kedalam gedung, karena gempa pagi itu terasa dan membuat gedung sebagai tampak retak.

Namun di awl Ramadhan ini, kita harusnya tetap berdo'a dan bersyukur atas keselamatan serta hidayah yang Ia berikan. Semoga Fenomeda alam ini membawa hikmah dan pembelajarn bagi kita semua. Dan Kelurga yang ada di Pontianak dan sekitarnya... jangan khawsatir lagi yachhh
